Dalam filsafat Plato, masyarakat dibagi-bagi dalam divisi-divisi dengan
tatanan fungsionalnya masing-masing: artis/pekerja, ksatria dan
penguasa. Berbeda dengan Plato, Aristoteles membedakan dua kemampuan
dalam diri manusia: phone dan logos, yang dilekatkannya pada dua forma
kehidupan: zoe dan bios. Saat itulah Ranciere mengkritik dua filsuf
Yunani tersebut dalam karyanya “Disensus”, bahwa dalam pemikiran mereka,
politik hanya berlaku terbatas bagi mereka yang memiliki kemampuan
untuk mempraktekkan dan memiliki akses kepada arkhe. Oleh karenanya,
mereka yang tak memiliki kualifikasi kepada arkhe, tidak memiliki
kualifikasi untuk dihitung dalam politik. Selain pada Plato dan
Aristoteles, Ranciere juga mengkritik Karl Marx yang mencerabut dan
mengisolasikan kategori proletariat (ideal) dari kelas pekerja aktual.
Bagi Ranciere, kelas pekerja aktual inilah yang telah menarik pelajaran
dari prilaku dan konsep borjuis kecil mengenai solidaritas,
persaudaraan, dan pemilikan bersama.
Dari ketiga pemikiran filosofis yang berkembang dalam
sejarah filsafat barat tersebut, Ranciere membagi filsafat politik ke
dalam tiga kategori: Archipolitics, Parapolitics dan Methapolitics.
Archipolitics adalah ruang sosial yang homogen dan terstruktur yang
dikembangkan oleh Plato. Parapolitics mendapatkan pendasarannya dari
Aristoteles yang muncul dalam bentuk konsensus dan representatif.
Sementara methapolitics berakar pada pemikiran Marxis, yang menempatkan
kebenaran politik dengan mencarinya di luar sana (diidealkan). Ketiganya
adalah lawan dari “yang politis”.
Sebagai lawan dari ketiga kategori tersebut, Ranciere memunculkan “yang
politis” setelah melakukan penelitian empirik terhadap kehidupan
intelektual kelas pekerja antara tahun 1830 dan 1840-an. Dalam
penelitian itu ia menemukan bahwa kebanyak pekerja tidak terlalu banyak
mengeluhkan kesulitan hidup karena alasan-alasan material, tapi lebih
pada persoalan kualitas hidup yang rendah akibat ketatnya hirarki
sosial. Saat itulah terjadi “migrasi kelas pekerja” sebagai gerak setiap
subjek untuk melampaui batasan-batasan sosial/ekonomi dan kebudayaan.
Kecenderungan inilah yang secara langsung mampu mematahkan sistem
identifikasi umum yang diproduksi oleh partisi dan hirarki sosial.



0 Komentar